Kepala BBWS NT II Parlinggoman Simanungkalit langsung menginstruksikan Satuan Kerja (Satker) terkait untuk melakukan penanganan darurat. “Meskipun program serupa dicanangkan untuk kabupaten lain di NTT, kita akan prioritaskan Malaka karena memiliki potensi lahan 10.000 hektar dan merupakan lumbung pangan. Ini juga sebagai dukungan terhadap program Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tegas Parlinggoman.
Usai pertemuan, rombongan BBWS NT II bersama Plh. Kadis PUPR Malaka meninjau langsung irigasi di sumber Mata Air Weliman, Kecamatan Weliman. Parlinggoman menyatakan komitmen BBWS NT II untuk berkolaborasi dengan Pemkab Malaka dalam memperbaiki dan mengoptimalkan sumber air tersebut.
“Kami akan menaikkan elevasi dengan membangun bendung kecil agar pasokan air ke lahan masyarakat lebih mudah,” jelasnya.
Peninjauan dilanjutkan ke Dusun Uma Au, Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman, untuk melihat kondisi tanggul yang nyaris putus akibat banjir pada Sabtu, 22 Februari 2025.
Parlinggoman menegaskan perlunya penanganan darurat. “Kami akan meminta Bupati untuk mengajukan surat agar penanganan ini bisa diajukan melalui dana bencana atau dana darurat tahun ini,” ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












