BIDIKNUSATENGGARA.id | Kabupaten Malaka, yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), setiap tahunnya menghadapi tantangan serius akibat banjir kiriman dari wilayah hulu seperti Timor Tengah Selatan (TTS), sebagian Timor Tengah Utara (TTU), dan Belu. Banjir ini menyebabkan ribuan rumah terendam, ratusan hektar lahan pertanian rusak, irigasi terganggu, serta tanggul jebol.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), mengambil langkah proaktif dengan mendatangi Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT II) di Kupang pada Selasa, 15 April 2025 lalu.
Kunjungan ini bertujuan untuk menguatkan koordinasi dan sinergi dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Benenai secara komprehensif demi kesejahteraan masyarakat Malaka.
Respon positif ditunjukkan oleh Kepala BBWS NT II, Parlinggoman Simanungkalit, yang kemudian melakukan kunjungan balasan ke Kabupaten Malaka pada Kamis, 22 Mei 2025. Dalam pertemuan terbatas dengan Pemerintah Kabupaten Malaka yang diwakili Asisten I Bernando Seran dan Plh. Kepala Dinas PUPR Lorens Haba, dibahas berbagai persoalan mendesak, termasuk keluhan petani mengenai pasokan air yang terhambat akibat irigasi yang tidak berfungsi optimal dan tanggul yang rusak.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












