Fokus utama Bank NTT ke depan adalah menyediakan pembiayaan untuk sektor produktif seperti UMKM, pertanian, dan pariwisata.
“Setelah hari ini, arah Bank NTT akan lebih tajam pada sektor-sektor yang mendukung ekonomi rakyat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya dukungan Bank NTT terhadap program One Village One Product (OVOP) serta gerakan Beli NTT guna memperkuat pasar lokal untuk produk daerah.
Plt Direktur Utama Bank NTT, Yohanis Landu Praing, juga mengakui bahwa peran aktif Gubernur Melki Laka Lena sangat menentukan dalam mempercepat proses negosiasi dan pengesahan kesepakatan.
“Tanpa dorongan langsung dari Bapak Gubernur, proses ini bisa mengalami penundaan yang signifikan,” kata Yohanis Praing.
Ia menjelaskan bahwa penandatanganan Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) akan dilakukan segera, setelah itu Bank Jatim akan mengajukan izin kepada OJK untuk penyertaan modal ke Bank NTT.
Dengan langkah-langkah tersebut, target modal inti minimum sebesar Rp 3 triliun telah resmi tercapai. Penetapan harga saham oleh Gubernur Melki Laka Lena merupakan tahap terakhir sebelum proses ini diajukan kepada regulator. Proses ini juga menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat lembaga keuangan daerah agar dapat bersaing di tingkat nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












