Acara Invent Imlek, yang dihadiri oleh puluhan pengusaha etnis Tionghoa, tokoh adat, dan pejabat Pemda, menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat hubungan antara Bank NTT dan komunitas bisnis. Charlie Paulus mengundang hadirin untuk berpartisipasi dalam program kredit produktif, termasuk dukungan bagi UMKM di sektor perdagangan dan pariwisata yang sedang bangkit pasca-pandemi.
“Imlek kali ini bukan hanya tentang tradisi, tapi juga peluang kolaborasi. Kami siap jadi mitra terpercaya untuk mendorong ekonomi NTT,” tambahnya.
Pernyataan ini sejalan dengan target ambisius Bank NTT untuk menyalurkan kredit sebesar Rp 10 triliun pada 2026, meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya, demi mendukung visi Pemda menuju NTT Emas 2045.
Keamanan Bank NTT juga dipastikan melalui audit rutin independen dan integrasi dengan sistem keuangan daerah, termasuk penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), yang ditandatangani dengan Pemprov NTT pada 25 Februari 2025. Program ini memfasilitasi transaksi digital tanpa tunai, mengurangi risiko korupsi dan meningkatkan efisiensi anggaran daerah.
Sebagai Bank yang bisa menggerakkan sektor riil, imbuh Charlie Paulus, maka Bank NTT telah memetakan nasabah dengan melakukan pendekatan terhadap dunia usaha.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










