BIDIKNUSATENGGARA.id — Kabupaten Malaka yang setiap tahun konsisten masuk dalam peta daerah rawan banjir dan longsor, kini mendapatkan perhatian khusus. Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Agustinus Nahak, mendesak BPBD Provinsi NTT untuk menambah cadangan logistik tambahan guna mengantisipasi potensi bencana pada bulan Juni hingga Juli 2026.
Langkah ini bukan permintaan yang mendesak secara tiba-tiba. Faktanya, upaya antisipasi ini telah dimulai sejak akhir tahun 2025 berupa penyaluran 1,8 ton beras pada Desember lalu dan 26 lembar terpal yang baru sampai di awal Mei 2026. Semua kini tersimpan aman di gudang logistik BPBD Kabupaten Malaka.
Agustinus menjelaskan, kesiapan ini teruji baru-baru ini saat longsor melanda Desa Kereana, Kecamatan Botin Leobele. Berkat stok yang sudah tersedia sejak awal, BPBD Kabupaten Malaka dapat langsung menyalurkan 500 kilogram beras kepada warga terdampak tanpa menunggu lama.
“Buffer stok disiapkan lebih awal agar saat bencana terjadi, bantuan tidak tertunda. Warga tidak perlu menunggu berhari-hari baru menerima bantuan,” ujar Agustinus di Kupang, Rabu (27/5).
Pesan utamanya jelas, kerja sama antara pemerintah provinsi dan kabupaten adalah kunci utama agar warga di daerah rawan seperti Malaka tidak hanya menjadi korban, tetapi menjadi masyarakat yang terlindungi saat cuaca ekstrem datang.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












