BIDIKNUSATENGGARA.COM | Kasus dugaan keterlibatan Kepala Desa dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Malaka yang terlibat dalam politik praktis hingga kini belum juga diproses secara resmi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Malaka.
Kehadiran sejumlah pejabat publik di Grup WhatsApp politik SN-FBN Maltim, jelas menimbulkan sorotan. Di antara mereka, terdapat nama-nama yang tidak asing bagi masyarakat Kecamatan Malaka Timur, seperti Kepala Desa Sanleo, Yerem Amfotis, dan Kepala Desa Dirma, Hugo Bria. Bahkan, Kabid Kesehatan Malaka, Okto Amfotis, dan Penjabat Desa Bonibais, Markus Bau, serta Kadis Dukcapil Malaka, Emerentiana Bere, turut aktif dalam platform tersebut, yang seharusnya tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Namun, dengan nyata mereka bersekutu untuk mendukung Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1, SN-FBN di ajang Pilkada Malaka 2024.
Hal ini semakin mencolok ketika Bawaslu Malaka melalui Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Malaka Timur sudah melakukan penelusuran dan kades Dirma, Hugo Bria mengaku bahwa betul ada WhatsApp group politik SN-FBN Maltim.
Menanggapi persoalan ini, Ketua Lembaga Pemantau dan Pengawasan Demokrasi Masyarakat (LPPDM) Nusa Tenggara Timur (NTT), Marsel Nagus Ahang, SH, angkat bicara. Dengan tegas dia mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malaka untuk segera menindaklanjuti laporan terkait dugaan keterlibatan ASN dan Kepala Desa yang dengan tanpa ragu mendukung salah satu Paslon di Pilkada Malaka.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












