BIDIKNUSATENGGARA.id — Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, menegaskan bahwa kualitas pelayanan di rumah sakit, pasar, dan terminal merupakan indikator keberhasilan atau kegagalan pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Pernyataan tegas ini disampaikannya saat meresmikan Gedung Poliklinik Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun, Sabtu (17/10/26).
Dalam acara peresmian tersebut, Bupati Stefanus mengingatkan bahwa fasilitas publik bukan sekadar simbol fisik kehadiran negara, melainkan barometer tata kelola pemerintahan. Menurutnya, jika pelayanan di institusi-institusi vital ini buruk, maka itu mencerminkan kelemahan pemerintah di mata rakyat.
“Rumah sakit itu adalah simbolnya pemerintah. Kalau pelayanannya buruk dan pasien tidak terlayani dengan baik, maka di situlah terlihat kelemahan pelayanan pemerintah,” ujar Bupati Stefanus di hadapan jajaran pengelola RSUPP dan undangan.
Bupati Stefanus kemudian merinci tiga institusi yang menjadi wajah utama pemerintahan. Pertama, rumah sakit; apabila lingkungan kotor, obat kosong, dan petugas tidak ada, pemerintah dinyatakan gagal di bidang kesehatan. Kedua, pasar; apabila lingkungan becek, semrawut, dan pedagang tidak terlindungi, pemerintah gagal di bidang ekonomi rakyat. Ketiga, terminal; apabila kumuh, tidak aman, dan tidak teratur, pemerintah gagal dalam layanan transportasi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












