Yoseph Ama Bere Seran, selaku koordinator wilayah dapil Malaka 1, dengan penuh determinasi menyuarakan keluh kesah masyarakat di hadapan SBS dan HMS. Ia menekankan betapa menyedihkan melihat harapan masyarakat Aintasi yang dipermainkan dengan janji-janji politik SNKT.
Janji pembangunan Jembatan Benenai 2, oleh SNKT, ternyata hanya alat untuk meraih suara di pilkada 2020 lalu, bukan demi kepentingan rakyat.
Ko Ama, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa tidak seharusnya seorang pemimpin hanya memperlihatkan janji-janji manis sementara tindakan nyata tidak ada. “Jangan jadi pemimpin hanya kaya janji tapi miskin tindakan. Kami, masyarakat, bukan lagi bidoh seperti yang dikira,” ujarnya dengan nada kesal.
Di rumah adat Umakatuas Manumutibrubit, SNKT pernah mengucapkan janji akan membangun jembatan Benenai 2 namun sampai hari ini, semua itu hanyalah harapan yang tidak terwujud.
“Jangan berikan janji yang nanti tidak ditindaklanjuti. Karena masyarakat akan terus menagihnya,” ungkap Ko Ama dengan nada tegas, menyiratkan bahwa kepercayaan masyarakat telah diuji oleh berbagai janji yang tidak terpenuhi.
Pada kesempatan yang sama, Yulius Klau, mengaku merasa malu. Karena ia juga ikut berkampanye di mana-mana menyatakan SNKT menang akan dibangun Jembatan Benenai 2, ia menyatakan, “Saya ikut malu karena waktu itu saya juga ikut kampanye. Malu karena sudah janji tetapi tidak dilaksanakan,” ungkapnya penuh kepedihan yang dirasakan banyak orang yang pernah percaya pada janji tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












