Dalam politik, realisasi janji sering menjadi ujian paling sederhana sekaligus paling sulit bagi seorang pemimpin.
Kampanye dapat dipenuhi retorika, tetapi pembangunan membutuhkan keputusan, anggaran, dan keberanian untuk menjadikannya prioritas.
Di Oekmurak, pembangunan bronjong mungkin terlihat sebagai proyek infrastruktur biasa. Namun bagi masyarakat desa yang hidup di bantaran sungai, ia memiliki makna jauh lebih besar. Bronjong bukan sekadar tumpukan batu dan kawat baja; ia adalah perlindungan terhadap rumah, kebun, dan masa depan generasi berikutnya.
Apresiasi yang disampaikan tokoh masyarakat setempat menjadi cermin dari sesuatu yang lebih mendasar: rakyat sebenarnya tidak menuntut janji besar.
Mereka hanya berharap bahwa janji yang pernah diucapkan tidak dilupakan setelah pemilu selesai.
Dari perspektif pembangunan daerah, kasus Oekmurak juga menunjukkan bagaimana infrastruktur dasar di wilayah pedesaan sering kali memiliki dampak sosial yang sangat besar.
Di banyak daerah Indonesia, persoalan seperti perlindungan bantaran sungai, akses jalan, dan fasilitas kesehatan masih menjadi kebutuhan mendasar yang menentukan kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, pembangunan bronjong di Oekmurak tidak bisa dilihat hanya sebagai proyek fisik. Ia juga merupakan bagian dari strategi mitigasi risiko bencana sekaligus perlindungan lahan pertanian masyarakat yang menjadi sumber ekonomi desa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












