BIDIKNUSATENGGARA.id | Ada satu momen yang sering terlupakan dalam politik lokal: ketika seorang pemimpin kembali ke tempat ia pernah berdiri saat kampanye. Tempat itu bukan sekadar lokasi geografis, tetapi ruang ingatan kolektif masyarakat tentang janji yang pernah diucapkan.
Itulah yang terjadi ketika Bupati Malaka Stefanus Bria Seran kembali mengunjungi Desa Oekmurak, Kecamatan Rinhat, pada 14 Maret 2026.
Di desa yang berada di bantaran Kali Benenai itu, warga masih mengingat jelas saat seorang calon kepala daerah berdiri di tepi sungai, melihat langsung ancaman longsor yang terus menggerus kebun dan mendekati pemukiman mereka.
Pada masa kampanye, ancaman tersebut menjadi salah satu keluhan utama warga. Setiap musim hujan, aliran Kali Benenai membawa kekhawatiran baru. Tanah yang dulu menjadi kebun perlahan hilang. Beberapa rumah mulai berada dalam jarak yang semakin dekat dengan tebing sungai yang terus tergerus.
Janji pun diucapkan: pembangunan bronjong untuk melindungi kampung.
Bertahun-tahun kemudian, ketika bronjong mulai dibangun dan bahkan direncanakan lanjutan pembangunannya, warga melihat sesuatu yang jarang terjadi dalam praktik politik sehari-hari: janji yang perlahan berubah menjadi pekerjaan nyata.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












