“Tentu hal ini tidak terlepas dari apa yang dijanjikan oleh seorang pemimpin kepada rakyatnya sendiri yang sedarinya tidak ditepati sehingga ada luapan seperti itu. Dan ini juga sebagai bentuk perlawanan atau pemberontakan secara spontanitas dari rakyat terhadap seorang pemimpin dengan menampilkan nada-nada yang cukup miris dan menggugah hati. Tapi bagi kami (SBS-HMS) tidak mengumbar janji tapi ketika kami terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati kami pastikan kami akan urus daerah ini dengan baik,” jelasnya.
SBS menekankan Kabupaten Malaka sebagai salah satu kabupaten subur di pulau Timor, namun sayangnya, ratusan hektar lahan masyarakat lainnya belum dioptimalkan dengan baik. Hal ini dikarenakan minimnya intervensi pemerintah tehadap sektor pertanian untuk memaksimalkan potensi yang ada. Padahal sektor pertanian sebagai sektor andalan masyarakat Kabupaten Malaka.
“Sebelumnya, saya meninggalkan 62 unit traktor untuk mengolah lahan masyarakat dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka. Sayangnya, sampai saat ini, kabar yang saya terima mengatakan bahwa semua traktor itu rusak dan tidak bisa diperbaiki karena anggaran yang terbatas. Ini sangat memprihatinkan, karena tanpa alat yang memadai, petani kita kesulitan untuk menggarap tanah yang subur ini. Bagaimana kita bisa menjanjikan kemakmuran jika alat dan sumber daya tidak disediakan? Ini bagaimana mau urus rakyat?,” pungkasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












