“Nilainya mungkin tidak besar, tetapi penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekolah kepada anak-anak yang telah menunjukkan semangat belajar dan kedisiplinan yang tinggi. Kami berharap mereka semakin termotivasi pada tahun ajaran baru nanti,” tambah Rofinus.
Program ini dibiayai dari pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikelola secara efektif dan transparan. Dengan 103 peserta didik, SDI Wemean menerima sekitar Rp83.660.000 per tahun. Perencanaan matang bersama dewan guru memungkinkan alokasi dana untuk kebutuhan langsung siswa.
Tak berhenti pada bantuan barang, sekolah juga meluncurkan sistem kolaborasi bernama Sharing System. Wadah komunikasi rutin antara sekolah dan orang tua untuk memantau perkembangan belajar anak, bertukar masukan, dan bersama-sama mencari solusi kendala belajar.
Pemerintah desa setempat menyatakan dukungan penuh sekaligus mengajak seluruh orang tua memperkuat kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai fondasi masa depan anak-anak dan kemajuan daerah.
Di wilayah perbatasan, langkah SDI Wemean menjadi bukti nyata: dengan gotong royong, perencanaan yang tepat, dan kepedulian bersama, sekolah sederhana pun mampu menghadirkan perubahan nyata bagi generasi penerus.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












