BIDIKNUSATENGGARA.id | Di sebuah kabupaten perbatasan seperti Malaka, akses terhadap dokter spesialis pernah menjadi kemewahan. Bertahun-tahun lamanya, masyarakat harus menempuh perjalanan jauh ke Kupang, Atambua, bahkan keluar daerah hanya untuk mendapatkan pelayanan medis yang lebih lengkap. Kini, keadaan itu perlahan berubah.
Di era kepemimpinan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Henri Melki Simu, pelayanan kesehatan di daerah ini mulai menunjukkan lompatan yang signifikan. Salah satu buktinya adalah hadirnya 18 dokter ahli yang kini memperkuat pelayanan di Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan Betun (RSUPP Betun).
Sejak 20 Januari 2026, para dokter spesialis tersebut resmi memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Malaka. Kehadiran mereka menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan rakyat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Direktur RSUPP Betun, Oktelin Kurniawati Kaswadie, mengatakan bahwa penambahan dokter spesialis merupakan investasi jangka panjang bagi kemandirian layanan kesehatan di wilayah perbatasan.
“Kami ingin masyarakat Malaka mendapatkan pelayanan medis yang berkualitas di daerahnya sendiri, tanpa harus dirujuk ke luar daerah,” ujarnya kepada wartawan usai kegiatan penyerahan SK PPPK paruh waktu di halaman Kantor Bupati Malaka, Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












