Dipantau oleh media, Dua unit mobil itu dikendarai oleh 10 orang, dengan rincian: 3 orang aparat keamanan (Polisi), 2 orang dari pihak perusahaan, 2 orang sopir dan seorang lain lagi yang belum diketahui identitasnya.
Sementara itu, sekitar 2 jam berlangsungnya penghadangan, sebuah mobil pick up putih muncul tidak jauh dari kerumunan warga 4 Gendang yang melakukan penghadangan. Setelah diteliti oleh warga, mobil pick up itu adalah kendaraan tumpangan dari warga pemilik lahan yang setuju dengan pemboran Geothermal, tetapi mereka tinggal jauh di luar wilayah Pocoleok.
Truck pick up itu juga diketahui membawa pilar-pilar dan patok yang sudah disiapkan oleh perusahaan untuk ditanam di lokasi-lokasi yang menjadi target pemboran.
Disaksikan oleh media, aparat keamanan, babinsa juga kemudian muncul di lokasi tempat penghadangan warga.
Hingga berita ini diturunkan, puluhan warga 4 Gendang itu masih memblokade jalan untuk menghadang kegiatan dari tim perusahaan itu di tanahnya. Mereka tetap setia berdiri di tengah derasnya hujan. Beberapa anak muda terlihat sibuk mencari terpal untuk mendirikan tenda di lokasi, karena begitu derasnya hujan. (***/tim)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












