“Saya setuju untuk mendorong ini, karena Kabupaten Malaka dan Kota Betun saat ini sangat sepi dan belum ada ikon yang menggambarkan warna kota,” tegasnya.
Petrus juga menyoroti kondisi lapak-lapak UMKM yang saat ini terlihat kumuh. Ia berharap revitalisasi PUJASERA akan menjadikannya sentra kuliner tradisional dan modern, sekaligus pusat hiburan masyarakat Malaka. Penataan lingkungan dengan fasilitas pendukung seperti tempat duduk yang layak, aksesibilitas yang baik, dan kebersihan yang terjaga sangat diperlukan agar pengunjung merasa nyaman.
Lebih lanjut, Petrus menekankan bahwa setelah dibangun dan dikelola dengan baik, PUJASERA diharapkan berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai ukuran kemandirian daerah.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah daerah dikabarkan telah menyusun regulasi dan desain pembangunan fisik PUJASERA yang akan direnovasi pada tahun 2026.
“Dengan langkah ini, PUJASERA bisa jadi model pengembangan ekonomi berkelanjutan, mendorong inovasi, dan membantu masyarakat adaptasi dengan perubahan pasar. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku UMKM sangat diperlukan untuk menjadikannya pusat kebangkitan ekonomi serta budaya di Kabupaten Malaka,” pungkas Petrus.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










