Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

PUJASERA di Pusat Kota Betun Kembali Disoroti Ketua Komisi II DPRD Malaka

Reporter : Ferdy BriaEditor: FB

“Saya setuju untuk mendorong ini, karena Kabupaten Malaka dan Kota Betun saat ini sangat sepi dan belum ada ikon yang menggambarkan warna kota,” tegasnya.

Petrus juga menyoroti kondisi lapak-lapak UMKM yang saat ini terlihat kumuh. Ia berharap revitalisasi PUJASERA akan menjadikannya sentra kuliner tradisional dan modern, sekaligus pusat hiburan masyarakat Malaka. Penataan lingkungan dengan fasilitas pendukung seperti tempat duduk yang layak, aksesibilitas yang baik, dan kebersihan yang terjaga sangat diperlukan agar pengunjung merasa nyaman.

Lebih lanjut, Petrus menekankan bahwa setelah dibangun dan dikelola dengan baik, PUJASERA diharapkan berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai ukuran kemandirian daerah.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah daerah dikabarkan telah menyusun regulasi dan desain pembangunan fisik PUJASERA yang akan direnovasi pada tahun 2026.

Baca Juga :  Maria Fatima Seuk Kain Resmi Dilantik Jadi Ketua KADIN Kabupaten Malaka 2026–2031: Satu-satunya Ketua Perempuan Se-NTT

“Dengan langkah ini, PUJASERA bisa jadi model pengembangan ekonomi berkelanjutan, mendorong inovasi, dan membantu masyarakat adaptasi dengan perubahan pasar. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku UMKM sangat diperlukan untuk menjadikannya pusat kebangkitan ekonomi serta budaya di Kabupaten Malaka,” pungkas Petrus.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung