Adrianus menjelaskan beberapa proyek yang direkomendasikan ke APH pada kesempatan itu antara lain, Proyek Septictank Skala Individual Perkotaan, Pekerjaan Rumah Badai Seroja, Pekerjaan Rumah Sakit Pratama Wewiku, Pekerjaan Bangunan Kapela di Trans Kapitan Meo, Pekerjaan Bangunan Baru Gedung Sekolah dan Rehabilitasi Ruang Kelas, dan Pekerjaan Ruas Jalan Numponi-Uabau.
Ditempat yang sama Ketua Komisi III DPRD Malaka, Henri Melky Simu menjelaskan kehadirannya bersama Pimpinan DPR di Polres Malaka untuk menyerahkan rekomendasi terkait sejumlah proyek yang diduga bermasalah. Pihaknya berharap APH segera menindaklanjuti laporan yang direkomendasikan oleh lembaga DPRD.
Terkait Pekerjaan Rumah Badai Seroja, Henri Simu mengungkapkan fakta lapangan adanya pekerjaan yang diduga mangkrak. Dan anehnya lagi, Pembangunan Rumah Bantuan tersebut belum selesai namun uangnya sudah habis terpakai.
“Terkait seroja, bangunan fisik seroja itu seperti apa saya pikir teman-teman wartawan tau bahwa sampai dengan saat ini bangunannya belum jadi. Dan anehnya bangunannya belum selesai tapi uangnya sudah habis. Sehingga hari ini kita bawa rekomendasi datang ke polres” ungkapnya.
Sedangkan Proyek Septictank Skala Individual Perkotaan yang dikerjakan pada tahun 2021, Henri Simu menjelaskan, pekerjaan belum selesai namun Dinas terkait sudah PHO dan membuat LKPJ jika pekerjaan itu sudah selesai dan masyarakat saat ini sedang menggunakannya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












