Pengamatan awak media di lapangan menunjukkan hasil pengaspalan halus tanpa gelombang, menandakan kualitas baik. Richard menjelaskan faktor kualitas aspal bergantung pada agregat dasar yang rata serta pemadatan optimal. Saat itu, alat berat seperti roller dan kendaraan pengangkut sedang aktif menggilas badan jalan.
Proyek ini menghubungkan ibu kota Kabupaten Malaka (Betun), dengan Kecamatan Sasitamean, Io Kufeu, Laenmanen, serta Botin Leobele. Akses jalan yang sebelumnya rusak parah kini membaik, mendukung mobilitas warga, distribusi barang, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Di tempat terpisah, Kepala Desa Kateri, Marselus Seran, Sapaan Lodo, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS).
Menurut Lodo, ruas jalan Balibo-Umasukaer yang menjadi urat nadi masyarakat kini tersentuh berkat lobi cerdas dan dan tak kenal lelah Bupati SBS.
“Bupati Malaka hebat. Kalau tanpa lobi, tidak mungkin proyek jalan ini datang. Sudah lama kami sengsara karena akses ke Betun sangat parah, tapi kini kami bahagia dengan jalan aspal 5 kilometer ini,” ungkap Lodo.
Ia menilai keberhasilan ini merupakan kemampuan Bupati SBS menjalin komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Dengan infrastruktur memadai, Kabupaten Malaka melangkah menuju perubahan nyata, bukan sekadar janji lobi.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












