Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Program Jembatan Gantung Bupati SBS-HMS Jawab Perintah Presiden Prabowo untuk Daerah Terpencil

Reporter : Ferdy BriaEditor: FB

Pembangunan jembatan gantung ini lahir dari kebutuhan dasar masyarakat setempat. Dusun Numbei telah terisolir sejak lama, di mana akses hanya dapat dilakukan melalui sungai yang dangkal saat musim kemarau. Namun, banjir musiman membuat akses ini sangat sulit. Bupati SBS menjelaskan, “Memang Dusun Numbei ini terisolir sejak nenek moyang mereka. Saat musim kemarau tidak masalah karena mereka tinggal menyebrang saja karena airnya tidak dalam tapi kalau musim hujan seperti ini tidak bisa menyebrang” papar SBS.

Baca Juga :  Berita Acara Ditandatangani, Tugas Sekda Malaka Resmi Berpindah Tangan

Hal ini menghalangi petani untuk membawa hasil panen mereka ke pasar sentral, sehingga program ini menjadi solusi langsung bagi kehidupan mereka.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Lebih lanjut, SBS menekankan aspek teknis terkait daya tahan jembatan untuk mengatasi risiko longsor. Ia memerintahkan agar abutment, atau penyangga utama, dilindungi dengan bronjong dua lapis yang tebal dan tahan terhadap erosi.

Baca Juga :  Ferdinand Un Muti Pindah Jabatan Jadi Staf Ahli, Aloysius Werang Diangkat Plh Sekda Malaka

“Titik krusialnya adalah longsor jadi saya sudah minta untuk Abutment atau kepala jembatan itu dilindungi dengan bronjong. Dan bronjong itu dibuatkan dua lapisan supaya tebal sehingga tidak mudah dikikis karena kita berharap jembatan ini dipakai bertahun-tahun,” tuturnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada DPRD, dinas PUPR, dan mitra pelaksana, serta menekankan pentingnya kualitas kerja dan dokumentasi dalam proyek tersebut. SBS menambahkan, “Seorang pemimpin itu tugas pertama adalah menganalisis persoalan-persoalan apa yang sekarang sedang dialami oleh rakyat, dan harus membuat program-program untuk mengatasi persoalan tersebut. Tugas yang kedua adalah kebutuhan-kebutuhan dasar apa yang dibutuhkan oleh rakyat. Nah ini adalah kebutuhan dasar mereka karena pada musim hujan mereka tidak bisa melakukan perjalanan ke pusat-pusat ekonomi untuk menjual hasil pertanian mereka. Itulah mendorong kami untuk memenuhi kebutuhan dasar,” ungkap SBS.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung