TIMORMEDIA.COM – Sebanyak 133 kardinal dari seluruh dunia akan memulai konklaf untuk memilih Paus baru pada Rabu, 7 Mei 2025, di Kapel Sistina, Vatikan.
Proses pemilihan dilakukan secara tertutup dengan sistem pemungutan suara rahasia, dan hasilnya akan ditentukan jika satu kandidat memperoleh mayoritas dua pertiga suara.
Pertemuan para kardinal yang kesembilan digelar pada Sabtu, 3 Mei 2025, sebagai bagian dari rangkaian kongregasi umum yang diadakan hampir setiap hari menjelang konklaf.
Forum tertutup ini menjadi sarana bagi para kardinal untuk berdiskusi mengenai tantangan dan arah Gereja Katolik pasca wafatnya Paus Fransiskus.
Paus Fransiskus wafat pada 21 April 2025 setelah 12 tahun memimpin Gereja Katolik. Sosok asal Argentina ini dikenang sebagai reformis energik yang mendorong banyak perubahan dalam struktur dan misi gereja.
“Kami tidak tahu, kami hanya menunggu Tuhan memberi tahu kami,” ujar Kardinal William Seng Chye Goh, Uskup Agung Singapura yang dikenal berpandangan konservatif, dikutip dari AFP.
Sementara itu, Kardinal Jean-Paul Vesco dari Aljazair menyatakan harapannya agar paus selanjutnya dapat melanjutkan semangat progresif yang telah ditunjukkan oleh pendahulunya.
“Kita harus menemukan orang yang telah dipilih Tuhan. Saya yakin pada saat yang tepat, kita akan siap memberikan paus yang diinginkan Tuhan kepada Gereja,” ungkapnya.
Menjelang Konklaf, suasana di Vatikan tampak penuh kehati-hatian. Para kardinal berjalan melewati kerumunan peziarah dan jurnalis tanpa banyak memberikan komentar terkait kandidat maupun durasi pemilihan.
Pemilihan Paus baru selalu menjadi perhatian besar, tidak hanya bagi 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia, tetapi juga masyarakat internasional.
Bahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat membuat heboh dengan mengunggah gambar palsu dirinya mengenakan pakaian paus di media sosial Truth Social, disertai candaan bahwa ia “menyukai pekerjaan itu.”
Proses konklaf di Kapel Sistina akan terus berlangsung hingga terpilih satu nama yang diyakini sebagai pemimpin tertinggi baru Gereja Katolik menggantikan posisi Santo Petrus.*
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












