Setiap duka harus dihadapi dengan keyakinan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita; Dia selalu menyertai kita dalam setiap suka dan duka. Menjadi seorang Katolik dan mengikut Kristus berarti memikul salib, melalui banyak pergumulan, dan membawa panji-panji Yesus. Dalam perjalanan hidup kita, tantangan dan cemoohan akan selalu ada, namun kita tidak memikul salib ini sendirian; kita melakukannya bersama dengan Yesus. Ketika memikul salib, kita diajak untuk meneladani Yesus dalam penderitaannya, yang selalu mengampuni orang-orang yang menghina dan mengolok-olok-Nya. Memikul salib mungkin membuat kita terlihat rendah di hadapan manusia, tetapi di mata Allah, kita justru dapat menemukan keagungan.
Ibadah salib ini menjadi renungan bagi kita; setiap beban yang kita tanggung diambil bersama Dia, Tuhan kita Yesus Kristus. Refleksi iman Katolik melalui Jalan Salib hidup ini ditandai dengan serangkaian stasi yang menggambarkan perjalanan Yesus menuju penyaliban, mulai dari hukuman, pembebanan salib, hingga kematian dan pemakaman. Setiap stasi memberikan kesempatan untuk merenungkan peristiwa-peristiwa ini, mencerminkan kasih sayang, pengorbanan, dan cinta Allah kepada manusia. Jalan Salib bukan hanya tentang peristiwa sejarah, tetapi sebuah panggilan untuk belajar dan menerapkan prinsip-prinsip dalam kehidupan sehari-hari.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












