Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Momentum Peresmian RS Pratama Wewiku: Sebuah Harapan dalam Bingkai Kontroversi

BETUN-BIDIKNUSATENGGARA.COM | Peresmian Rumah Sakit (RS) Pratama Wewiku, yang berlangsung di tengah perayaan ulang tahun Bupati Malaka, Simon Nahak, pada 13 Juni 2024, tidak hanya menjadi tonggak penting dalam peningkatan fasilitas kesehatan di Kabupaten Malaka tetapi juga menimbulkan polemik di kalangan masyarakat. Acara yang dihadiri oleh OPD Kabupaten Malaka, para camat, dan Kepala Desa Kecamatan Wewiku ini, menjadi perbincangan hangat seputar alokasi anggaran dan janji-janji yang mengiringinya.

Baca Juga :  Pemprov NTT Siapkan Rp108 Miliar, Gaji ke‑13 ASN dan PPPK Mulai Dibayar Pekan Depan

Dengan anggaran pembangunan sebesar Rp. 44.950.000.000, yang bersumber dari dana APBN, RS Pratama Wewiku diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan fasilitas kesehatan yang memadai di daerah tersebut. Namun, kenyataan bahwa pembangunan RS belum selesai sepenuhnya saat peresmian, memunculkan pertanyaan tentang transparansi dan efisiensi penggunaan dana tersebut.

Respon masyarakat dan kehadiran pejabat daerah dalam peresmian RS Pratama Wewiku mencerminkan dukungan terhadap peningkatan infrastruktur kesehatan. Namun, hal ini juga menimbulkan spekulasi tentang sejauh mana proyek ini telah diperhitungkan secara matang, mengingat masih adanya kerja yang harus diselesaikan.

Dalam sambutan Bupati Simon Nahak mengumumkan peningkatan insentif untuk para fukun (pemangku adat) dan penghasilan bulanan ASN di Kabupaten Malaka. Janji ini disambut dengan antusias oleh masyarakat, namun tidak luput dari skeptisisme sebagian pihak yang mempertanyakan ketersediaan anggaran untuk realisasi janji tersebut.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung