
Upacara bendera berlangsung khidmat, meriah dan eksotik, dengan nuansa khas budaya Manggarai. Semua peserta upacara mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan aktif. Para tua gendang dan tetua adat Pocoleok juga turut hadir. Mereka menepati barisan khusus, tepat di hadapan barisan peserta upacara, sejajar dengan pembina upacara. Tempat duduk juga disediakan untuk golongan ini. Beberapa menit upacara berjalan, pasukan pengerek bendera memasuki lapangan upacara. Tak butuh waktu lama, sang Merah Putih berkibar megah di halaman kampung Lungar, disaksikan seluruh peserta upacara, juga diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian disusul lagu gugur bunga, lagu kemerdekaan, pembacaan UUD 1945, Pembacaan teks Proklamasi, Pembacaan teks Pancasila, dan ditutup dengan doa. Semua rangkaian upacara dilakukan dengan penuh khidmat dan meriah. Antusiasme masyarakat adat sangat terasa dalam seluruh rangkaian upacara ini, sejak awal hingga akhir upacara.
Pesan Amanat Upacara
Amanat upacara adalah salah satu bagian penting dan menjadi sorotan strategis Pada perayaan kemerdekaan aliansi masyarakat adat Pocoleok hari ini. Pada saat amanat, Joniardus Junar, yang berperan sebagai pembina upacara, menyampaikan pidato dengan sangat lantang dan gagah, dengan tema ‘merdeka tanpa geothermal’. Amanat Joniardus sejalan dengan tema upacara yang dipilih warga. Melalui pidatonya, Joniardus lebih banyak menyentil soal pentingnya posisi dan peran kaum tani dalam mempertahankan keberadaan bangsa Indonesia. Joniardus juga mengajak para peserta upacara untuk merenungkan jasa para pahlawan dan pejuang bangsa Indonesia yang telah bersusah payah merebut dan mempertahankan tanah airnya dari penguasaan asing. Perjuangan para pahlawan menjadi cerminan bagi perjuangan aliansi masyarakat adat Pocoleok dalam mempertahankan wilayah Pocoleok dari ancaman ekspansi proyek geothermal saat ini.
Joniardus menilai, rencana eksploitasi geothermal di Pocoleok oleh perusahaan dan pemerintah adalah sebuah penjajahan bentuk baru di negeri ini, terutama di wilayah Pocoleok.
“Jika kita bersatu, itu akan menjadi kekuatan besar untuk melawan penjajah yang saat ini mencoba menghancurkan bumi Pocoleok yang telah kita jaga sebagai peninggalan leluhur kita.” Demikian penegasan Joniardus.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












