Dalam pemantauannya, SBS mencatat bahwa sebelum tiba di lokasi, ia melihat beberapa warga menyeberangi sungai Benenai sambil mengangkat barang-barang mereka.
“Sebelum tiba di sini, saya melihat beberapa warga menyeberangi sungai sambil memikul barang. Saya berhenti sejenak untuk memantau. Dalam hati, saya berkata, ‘Aduh, kasihan warga saya yang puluhan tahun menderita begini. Saya sangat sedih. Tapi tidak apa-apa, beberapa bulan lagi mereka bisa menyeberang di atas jembatan gantung yang saya bangun’,” ungkapnya.
SBS juga menambahkan, “Untuk apa berkantor di gedung mewah jika rakyat di pelosok masih menjerit kesusahan? Berkantor di mana saja bisa, karena yang dibutuhkan hanyalah tanda tangan. Apa bedanya tanda tangan di kantor atau di bawah pohon? Hasilnya sama saja,” ujar SBS.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












