Dia juga menjelaskan, pemilihan Desa Taaba sebagai lokasi pelaksanaan simulasi tidaklah sembarangan. Desa ini dipilih karena memiliki rekam jejak partisipasi masyarakat yang sangat tinggi dalam setiap pilkada sebelumnya, menjadikannya contoh yang ideal untuk simulasi ini. “Partisipasi yang tinggi akan berdampak positif dalam mendorong masyarakat lain untuk juga menggunakan hak pilih mereka. Hari ini, kami mencatat hanya ada sembilan orang pemilih non e-KTP, yang menunjukkan kesadaran warga yang baik tentang kepemiluan,” papar Yuventus.

Dengan simulasi ini, tujuan utama KPU adalah untuk memastikan semua prosedur dilaksanakan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan, sehingga pada hari H, segala sesuatunya berjalan dengan lancar. Pemilih diberikan surat suara dan diarahkan ke bilik suara untuk memberikan suara secara rahasia, yang merupakan salah satu prinsip dasar pemilu yang demokratis. Selanjutnya, setelah memasukkan surat suara ke dalam kotak yang telah disediakan, proses pemungutan suara akan dilanjutkan dengan tahapan penghitungan suara.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












