Robertus menambahkan, turnamen ini memberi ruang kepada pemain-pemain di NTT untuk menunjukan bakatnya dalam mengelola si kulit bundar di lapangan hijau.
Sementara itu Yanuarius Mali, salah satu pemuda asal Desa Lakekun Utara, merasa senang dan bersemangat untuk hadir dan menonton dalam acara tersebut. Baginya olahraga merupakan semangat persatuan dan persaudaraan bagi komunitas MASGIBOL atau lebih dikenal Masyarakat Gila Bola di daratan Timor-NTT.
“Saya merasa sangat senang sekali dengan adanya turnamen ini. Turnamen bola kaki bukan hanya sekadar sebuah pertandingan olahraga, tetapi juga merupakan perayaan semangat persatuan dan persaudaraan di antara anak-anak Malaka namun juga untuk anak-anak di daerah lain. Olahraga adalah sarana yang kuat untuk mempersatukan komunitas, memupuk kerja sama, dan memperkuat tali persaudaraan di provinsi NTT,” ujuar Yan Mali.
Untuk diketahui bersama, turnamen ini diikuti 30 club di Provinsi NTT. Yakni, MUHAMMADIYAH FC dari kota Kupang, Kabupaten TTU yakni, PSM UNIMOR dan SSB KEFA, Kabupaten Belu dari Club KOCOK FC, PS TUBAKIOAN dan AKU FC, kemudian Kabupaten Malaka, RESPEK JR, KUSA FC, MANDALA FC, MATAHARI FC, FOURPLAY FC, WNK FC, BAPTISTA FC, SMA FAJAR HAITIMUK, KAMANASA FC, LARAN FC, AINTASI FC, PUTRA SUAI, CENTRAL FC, ACTW, STKIP SIRPAN, KAKANIUK FC, HUND FC, WEULUN FC, BAKATEU FC, WEMALAE FC, SERGIO FC, PESKARA FC, SMANHAR FC dan BETUN FC.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












