
Mama Theodora mengisahkan HD sudah 1 tahun dipasung. Selama dipasung, ia tidak pernah mendapatkan pelayanan pengobatan dari petugas medis.
Ia berharap HD mendapatkan pelayanan pengobatan dari para medis agar ia pulih dari derita gangguan jiwa.
Mama Theodora mengisahkan ayahnya sering memandikan anaknya dan juga memangkas rambutnya. Dibujuk dengan memberikan minuman kopi dan rokok.
“Kalau dibujuk dengan minuman kopi dan rokok, ia tidak mengamuk. HD hanya mengenyam pendidikan sekolah dasar kelas 1 Sekolah Dasar. Kalau lapar HD minta makan. Setiap pagi, siang, malam saya membawa makanan,” jelasnya.
Mama Theodora menjelaskan, beberapa waktu pengurus Dewan Pastoral Paroki Waerana bersama keluarga dari Paundoa mengunjungi HD dengan membawa bingkisan kasih.
“Kami sekeluarga berharap anak kami pulih dari derita jiwanya dan pada saatnya baloknya dibongkar,” harapnya. **(Markus Makur)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












