Bupati juga menyampaikan penghargaan mendalam kepada Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr., yang bersedia datang ke dusun kecil ini untuk meresmikan jembatan dan memimpin misa syukur, momen yang dicatat sebagai sejarah Keuskupan Atambua.
“Saat saya datang memantau pekerjaan, saya berdiri di seberang sungai karena air terlalu deras. Lewat toa saya bilang, ‘Saya janji, kalau jembatan sudah jadi, saya pasti ke seberang itu.’ Hari ini saya datang memenuhi janji itu, bersama Bapak Uskup, para pimpinan, untuk warga Numbei,” pungkasnya.
Hadirnya jembatan ini bukan sekadar infrastruktur penghubung, melainkan jembatan harapan yang memutus rantai keterisolasian warga Numbei dalam mengakses pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. Peresmian ini sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran negara yang tidak hanya berhitung untung-rugi secara ekonomi, tetapi juga menghargai setiap warga negara tanpa terkecuali.
Dengan selesainya jembatan ini, lembaran baru pun terbuka bagi warga Dusun Numbei. Janji yang diucapkan dari seberang sungai kini telah berdiri tegak, menghubungkan masa lalu yang penuh rintangan menuju masa depan yang lebih terhubung dan sejahtera.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












