Pada 14 Agustus 2026, jembatan diserahkan secara resmi melalui Berita Acara Serah Terima (PHO). Anggaran total proyek mencapai Rp7,15 miliar, dengan pencairan tahap pertama sebesar Rp3,15 miliar yang sedang diproses tahun ini. Selain jembatan, proyek ini mencakup pelindung sungai berupa bronjong dan rabat beton. Jembatan ini memiliki panjang 120 meter, lebar 2 meter, dan diperuntukkan bagi pejalan kaki serta kendaraan roda dua.
Dalam sambutannya, Bupati Stefanus Bria Seran menyebut peresmian ini sebagai jawaban atas penderitaan warga Numbei yang terisolir Sungai Benenai sejak puluhan tahun, bahkan sejak kampung ini pertama kali didiami manusia.
“Sejak penciptaan Tuhan hingga 81 tahun Indonesia merdeka, warga Numbei mulai merasakan penderitaan karena terpisah oleh sungai. Jika kami hanya mendengar keluh kesah tanpa berbuat sesuatu, itu sama seperti menerima talenta lalu menguburkannya,” ungkapnya.
Secara hitungan statistik dan ekonomi, anggaran hampir Rp7,15 miliar untuk melayani 272 jiwa dari 146 laki-laki dan 126 perempuan, mungkin dianggap tidak efisien. Namun Bupati menegaskan, pemerintah tidak bekerja dengan logika angka melainkan prinsip kemanusiaan.
“Menurut ilmu kemanusiaan, meskipun hanya satu orang warga negara yang kesulitan, negara harus hadir. Apalagi ini 272 jiwa yang sudah berpuluh tahun terisolir. Ini bukan soal berapa rupiah yang dikeluarkan, tapi soal menunjukkan bahwa mereka juga bagian dari Indonesia yang harus diperhatikan,” tegas Bupati Stefanus.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












