“Program yang berjalan sejak Agustus hingga pertengahan Desember 2025 ini memanfaatkan 26 unit traktor yang dioperasikan di berbagai kecamatan. Kecamatan Malaka Tengah menjadi wilayah dengan penggunaan traktor terbanyak (8 unit), disusul Weliman dan Sasitamean masing-masing 6 unit,” ujarnya.
Meski secara agregat berhasil mendekati target, menurut Laurens, masih ada beberapa kecamatan yang realisasinya di bawah 100 persen, seperti Wewiku (66,49 persen), Rinhat (77,79 persen), Kobalima (77,20 persen), dan Laen Manen (72,25 persen). Secara kumulatif, aktivitas pengolahan tanah paling tinggi terjadi pada bulan September (903,03 ha) dan Oktober (795,62 ha).
“Program pengolahan lahan gratis ini diharapkan menjadi stimulus bagi petani untuk segera memulai musim tanam dan mengoptimalkan penggunaan lahan kering di Kabupaten Malaka, guna mendukung ketahanan pangan daerah,” tuturnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












