“Ruas jalan tersebut sebelumnya sudah mulai dikerjakan pada masa kepemimpinan SBS, yang mangku jabatan sebagai Bupati Perdana Malaka dari 2016 hingga 2020, di mana setiap tahun dibangun sejauh 3 km, namun sayangnya pembangunan tersebut terhenti di masa kepemimpinan SN-KT (2021-2024),” jelasnya
Pembangunan ruas jalan ini, menurutnya, sangat penting untuk mempermudah mobilitas warga Kabupaten Malaka dalam bepergian, tidak hanya ke Kabupaten Belu namun juga ke Kabupaten TTU maupun ke Kupang melalui akses jalan di Sektor Tengah.
“Kami juga mengharapkan Pemprov NTT untuk segera memperbaiki jalan dari Simpang Welaus ke Halilulik di Belu, yang sudah mengalami banyak kerusakan, sehingga warga bisa mendapatkan akses yang lebih baik. Pembangunan ruas jalan ini sangat vital untuk menghubungkan kedua kabupaten, terutama dalam hal akses menuju Bandara di Atambua dan Pelabuhan Atapupu di Belu serta Pelabuhan Wini di TTU,” ucapnya.
Dominggus juga menonjolkan dua jembatan yang sangat perlu diperhatikan, yaitu Jembatan Welaus untuk kelancaran transportasi barang dan orang antara Malaka dan Belu, serta Jembatan Koloweuk di Malaka Timur yang menghubungkan Malaka dengan Belu dan TTU serta Kupang. “Tanpa infrastruktur yang baik, perkembangan ekonomi daerah ini akan terhambat,” ungkapnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












