Ia berharap pengelolaan keuangan ke depan semakin berkualitas untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah diraih pemerintah daerah.
Ronaldo Asury juga menekankan perbedaan pandangan dan silang pendapat selama sidang merupakan dinamika demokrasi yang justru memperkuat kebijakan demi kemajuan Malaka. Ia mengutip semboyan Latin Labor Omnia Vincit atau “Kerja keras mengalahkan segalanya” sebagai semangat bersama.
“Marilah kita jadikan hasil sidang ini sebagai bahan refleksi, terus bersinergi meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Malaka,” ajaknya.
Sementara itu, mewakili Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS), Sekretaris Daerah Kabupaten Malaka Ferdinand Un Muti menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota dewan atas pembahasan yang kritis namun konstruktif selama sidang berlangsung.
“Pemerintah Kabupaten Malaka menerima seluruh catatan, saran, dan masukan yang telah disampaikan DPRD sebagai bahan perbaikan kinerja di masa mendatang. Pertanggungjawaban ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama untuk menjaga kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran,” ujar Ferdinand.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus berupaya mempertahankan capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah diraih. Seluruh hasil sidang akan menjadi landasan kuat untuk menyusun prioritas pembangunan tahun 2027, dengan fokus utama peningkatan pelayanan dasar, pengembangan ekonomi lokal, dan kesejahteraan masyarakat Malaka.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












