“Sebagian besar program keahlian memilih UKK Mandiri, sedangkan UKK NSP digunakan oleh beberapa program yang bekerja sama dengan balai di Yogyakarta. Semua ini diupayakan untuk memastikan pelaksanaan UKK sesuai dengan standar yang ditetapkan,” jelas Lazarus.
UKK tahun ini akan melibatkan 12 konsentrasi keahlian dari 11 program keahlian di SMKN 2 Kupang. Sebanyak 667 siswa kelas XII akan mengikuti ujian ini sebagai bagian dari evaluasi akhir mereka.
Sementara itu, soal ujian yang digunakan dalam UKK disesuaikan dengan yang tertera dalam juknis. Dinas Pendidikan juga menyarankan agar materi ujian bisa memenuhi kebutuhan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.
“Selain memenuhi standar nasional, kami berusaha agar soal-soal yang diujikan sesuai dengan kebutuhan sekolah dan dunia industri,” tambahnya.
Pengaturan jadwal pelaksanaan UKK diserahkan kepada masing-masing program keahlian. Selain itu, sistem pengujian dilakukan dengan melibatkan dua jenis penguji, yaitu penguji internal dan eksternal.
Untuk penguji eksternal, SMKN 2 Kupang bekerja sama dengan mitra industri yang telah lama mendukung pengembangan pendidikan di sekolah. Keterlibatan mitra industri diharapkan dapat memberikan penilaian yang objektif dan relevan terhadap keterampilan siswa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












