Bapa Albertus Seran Leki bukan warga pendatang. Bahkan selama ini, hidupnya dihabiskan di Desa Weoe. Hidup dalam gubuk orang persis di belakang rumah Juandri Bria, dengan saban hari menghabiskan waktu sebagai petani kebun. Bahkan untuk makan bersama keluarga, dirinya harus bekerja keras untuk menafkahi keluarganya.
Perangkat RT, Dusun hingga Kades Weoe, seolah menutup mata akan keberadaan bapa Albertus Seran Leki. Dalam pendataan warga tidak mampu atau warga miskin ekstrim, bapa Albertus Seran Leki tidak ada, kendati secara syarat dia termasuk dalam warga yang memiliki hak untuk menerima bantuan apa saja dari pemerintah. Mungkin dalam pendataan, para aparatur dusun lupa bahkan ikutan “buta” seperti orang buta lainnya sehingga tidak mendata bapa Albertus yang tidak memiliki rumah.
Bagi bapa Albertus, mungkin perhatian pemerintah tehadap keluarga sebagai “musuh” sehingga tidak dengan Tuhan. Dirinya bersyukur masih hidup di usia senja, kendati usianya yang sudah senja, namun masih mampu untuk menafkahi keluarganya.
Hingga berita ini diturunkan, Stefanus Alfridus Bria selaku Kepala Desa Weoe belum berhasil dikonfirmasi oleh bidiknusatenggara.com *(Ferdy Bria)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












