Menurutnya, keseragaman jadwal tanam sangat penting untuk memudahkan pengaturan distribusi air irigasi, sehingga tidak terjadi ketimpangan layanan antarwilayah.
“Penjadwalan tanam yang serempak akan sangat membantu pengelolaan air. Air yang tersedia saat ini cukup untuk melayani seluruh petani dari hulu sampai hilir DI Malaka,” jelasnya.
Selain itu, Siprianus juga mengimbau petani agar ikut menjaga infrastruktur irigasi yang ada, terutama saluran-saluran sekunder, dan tidak melakukan penutupan saluran secara sepihak.
“Petani tidak perlu menutup saluran sekunder karena ketersediaan air sangat memadai. Yang terpenting adalah menjaga saluran tetap bersih dan berfungsi baik agar distribusi air berjalan lancar,” tegasnya.
Dengan kondisi air yang mencukupi dan cuaca yang bersahabat, BBWS NT II berharap musim tanam padi tahun ini di wilayah DI Malaka dapat berjalan optimal dan berdampak pada peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Malaka.
“Air yang ada bisa melayani semua petani di DI Malaka, baik sayap kiri maupun sayap kanan, dari hulu hingga hilir,” pungkas Siprianus.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












