BIDIKNUSATENGGARA.COM | Saat ini, ada calon pemimpin lain yang mengklaim berasal dari anak petani dan keluarga kurang mampu. Namun, kenyataannya bicara lain. Pernyataan tersebut menjadi sebuah ironi ketika dalam praktiknya mereka justru mengabaikan kebutuhan mendasar para petani.
“Bicara di mana-mana bawa nama petani. Namun dimana kontribusi nyata untuk para petani? Jangan menjual kemiskinan untuk mendapatkan simpati masyarakat,”
“Omongan bilang mereka anak petani tapi tidak peduli dengan petani. Omong bilang berasal dari keluarga miskin tapi tidak peduli dengan masyarakat miskin! Itu omong kosong,”
Demikian diungkapkan Heri Melki Simu (HMS) calon wakil Bupati Malaka, saat kampanye terbatas SBS-HMS di Desa Angkaes, Kecamatan Weliman, pada Senin, (30/9/2024). Di mana ia menyoroti kesenjangan antara ucapan dan tindakan pemimpin saat ini.
Kritik tajam HMS ditujukan kepada pemerintahan yang diharapkan bisa mensejahterakan petani dan masyarakat secara keseluruhan. Faktanya, kebijakan yang diterapkan tampak lebih banyak menindas daripada membantu.
Dalam pernyataan HMS, ia menegaskan bahwa retorika yang menyebutkan kepedulian terhadap petani dan masyarakat miskin hanyalah kata-kata kosong. Ketidakpastian dalam akses terhadap alat pertanian dan layanan kesehatan jelas menunjukkan bahwa pemerintah tidak memperhatikan masyarakat yang paling membutuhkan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












