Selain itu, pengobatan gratis yang ditinggalkan Bupati Perdana SBS periode 2016-2021 kini hilang, meninggalkan masyarakat dalam kesulitan untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang memadai.

Pada kesempatan yang sama, Edmundus Nahak menyampaikan hal senada dengan HMS. ia menyoroti terkait kebijakan dari seorang pemimpin menghentikan tenaga kontrak daerah menjadi contoh nyata dari penindasan terhadap generasi muda. Dengan kebijakan tersebut, sebanyak 3.384 anak Malaka harus kehilangan pekerjaan.
“Mereka bicara tentang SDM, tapi tanggal 31 mei 2021, mereka menghentikan para tenaga kontrak daerah sebanyak 3.384 itu namanya penindasan. Karena itu anak-anak Malaka harus lawan,” tegas Edmundus.
Edmundus mengingatkan, para pemilih harus mempertimbangkan dengan cermat sebelum memberikan suara pada pemimpin yang hanya pandai berjanji tanpa bukti nyata. Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Malaka akan pentingnya memilih pemimpin yang benar-benar pro-rakyat demi memperbaiki keadaan yang dihadapi masyarakat saat ini.
“Pemimpin mana yang bisa dapat mensejahterakan masyarakat dan peduli terhadap masyarakat, tentu hanya bapak SBS dan HMS. Pemimpin yang visioner, mereka kuat dan memiliki kualitas yang luar biasa sehingga sampai hari ini masyarakat menanti datangnya SBS-HMS untuk menjawab semua keluhan-keluhan dari masyarakat kabupaten malaka,” tutupnya. *(Ferdy Bria)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












