BIDIKNUSATENGGARA.id | Suara arus Kali Benenain dulu selalu membawa kecemasan bagi warga Desa Oekmurak, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka. Setiap musim hujan datang, tanah di tepi sungai perlahan runtuh, terseret arus yang kuat. Rumah-rumah yang dahulu berdiri jauh dari bantaran sungai semakin hari semakin dekat dengan bibir kali.
Kini pemandangan itu berubah. Di sepanjang bantaran Kali Benenain berdiri kokoh bronjong kawat berisi batu, tanggul pelindung yang dibangun pada masa pemerintahan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran bersama Wakil Bupati Henri Melki Simu.
Bagi masyarakat Oekmurak, bronjong ini bukan sekadar proyek pembangunan. Ia adalah benteng yang menyelamatkan kampung mereka dari ancaman tenggelam.
Selama bertahun-tahun, erosi dari Kali Benenain terus menggerus tanah di sepanjang bantaran sungai. Setiap musim hujan, banjir membawa material yang menghantam tepi kali dan mengikis tanah sedikit demi sedikit.
Tanah yang dulu menjadi halaman rumah warga berubah menjadi tebing rapuh. Rumah-rumah yang sebelumnya berdiri jauh dari sungai perlahan semakin mendekat karena tanahnya terus longsor.
Keluhan warga sebenarnya sudah lama disampaikan. Namun pada masa pemerintahan sebelumnya, persoalan itu tidak pernah mendapatkan solusi nyata. Bahkan, sebagian warga justru disalahkan karena dianggap membangun rumah terlalu dekat dengan bantaran sungai.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












