Padahal menurut masyarakat, rumah mereka sejak awal berdiri cukup jauh dari sungai. Erosi yang terjadi setiap tahunlah yang membuat jarak itu semakin menyempit hingga mendekati pemukiman.
Situasi itu berubah saat masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah 2024. Ketika mengunjungi Desa Oekmurak, Stefanus Bria Seran turun langsung melihat kondisi bantaran Kali Benenain yang sudah nyaris mencapai rumah warga.
Ia berdiri di tepi sungai bersama masyarakat yang selama ini hidup dalam kecemasan. Di tempat itulah SBS menyampaikan komitmen kepada warga.
Jika ia bersama wakilnya Henri Melki Simu dipercaya memimpin Kabupaten Malaka, pemerintah daerah akan membangun bronjong untuk menahan erosi dan melindungi kampung Oekmurak.
Janji itu tidak diucapkan di ruang rapat atau di panggung politik, tetapi di bantaran sungai yang mengancam rumah warga.
Dalam kontestasi Pilkada 2024, pasangan SBS–HMS akhirnya memenangkan kepercayaan rakyat. Pada 20 Februari 2025, keduanya resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Malaka oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Tidak lama setelah memulai pemerintahan, SBS langsung menjadikan pembangunan bronjong di Oekmurak sebagai salah satu prioritas.
Bronjong kawat diisi batu dan disusun bertingkat di sepanjang bantaran Kali Benenain yang paling rawan erosi. Struktur ini berfungsi menahan abrasi, memperkuat tepi sungai, dan melindungi tanah agar tidak terus longsor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












