Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Nasional  
| Topik :

Tiga Kandidat Kuat Penerus Paus Fransiskus: Siapa Yang Paling Berpeluang?

Reporter : RedaksiEditor: Yan Klau

TimorMedia.Com – Pemilihan paus pengganti mendiang Paus Fransiskus diprediksi berlangsung dinamis, dengan sejumlah kandidat kuat dari berbagai benua.

Meskipun belum ada tanggal resmi untuk konklaf, spekulasi mengenai siapa yang akan menjadi paus berikutnya mulai mencuat. Para analis menilai bahwa situasi geopolitik serta perubahan wajah Gereja Katolik saat ini sangat memengaruhi peta kekuatan kandidat.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Sebagaimana konklaf 2013 silam, hasil akhir bisa saja mengejutkan. Saat itu, Kardinal Angelo Scola dari Milan disebut-sebut sebagai calon terkuat, bahkan seorang pejabat gereja Italia sempat mengabarkan kemenangannya sebelum hasil resmi diumumkan. Namun, yang terpilih justru Kardinal Jorge Bergoglio dari Argentina—yang kini dikenang sebagai Paus Fransiskus.

1. Kardinal Pietro Parolin – Kekuatan Diplomasi dari Italia

Kardinal Pietro Parolin, yang menjabat sebagai Sekretaris Negara Vatikan sejak 2013, disebut sebagai kandidat kuat. Ia dikenal luas sebagai diplomat ulung dan figur konservatif yang hati-hati dalam mengambil langkah.

Parolin berperan besar dalam menjalin kembali hubungan diplomatik Vatikan dengan China dan Vietnam. Namun, posisinya yang berseberangan dengan kebijakan luar negeri Amerika Serikat—terutama terkait konflik Jalur Gaza—dinilai bisa memengaruhi dukungan dari pihak-pihak tertentu.

Sebagai tokoh dengan jaringan luas dan pengalaman panjang di dalam struktur Gereja, Parolin menawarkan stabilitas dan kesinambungan kebijakan Vatikan saat ini.

2. Kardinal Luis Antonio Tagle – Harapan dari Asia Tenggara

Kardinal asal Filipina, Luis Antonio Tagle, semakin diperhitungkan sebagai calon penerus Paus Fransiskus. Ia dijuluki “Fransiskus dari Asia” karena kepribadiannya yang karismatik, rendah hati, dan selaras dengan agenda pastoral mendiang Paus.

Tagle saat ini menjabat sebagai prefek di Departemen Vatikan untuk Evangelisasi dan dikenal inklusif dalam menyikapi isu-isu seperti LGBT, ibu tidak menikah, dan umat Katolik yang bercerai atau menikah kembali.

Namun, pengalamannya dalam manajemen organisasi gereja sempat dipertanyakan terkait polemik di lembaga amal Caritas. Meski begitu, jika terpilih, Tagle akan menjadi paus pertama dari Asia Tenggara, mencerminkan pertumbuhan pesat Gereja Katolik di kawasan Global South.

3. Kardinal Peter Turkson – Suara Keadilan Sosial dari Afrika

Dari Afrika, Kardinal Peter Turkson dari Ghana muncul sebagai kandidat yang kuat. Ia dikenal sebagai sosok yang vokal terhadap isu keadilan sosial dan lingkungan hidup. Turkson juga secara terbuka mengkritik sistem kapitalisme neoliberal dan mendorong perdamaian di kawasan konflik.

Menurut pengamat, karakter Turkson banyak mencerminkan semangat Paus Fransiskus—rendah hati, penuh belas kasih, dan peduli terhadap kaum miskin.

Jika terpilih, Turkson akan menjadi paus kulit hitam pertama dalam sejarah Gereja Katolik modern, sebuah simbol keberagaman dan inklusi global.

Meski ketiga tokoh ini mencuat sebagai kandidat utama, sejarah membuktikan bahwa hasil konklaf bisa saja melampaui ekspektasi publik. Gereja Katolik kini menghadapi tantangan baru secara global, dan pemilihan paus berikutnya akan sangat menentukan arah masa depan institusi religius tertua di dunia ini.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung