Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Jurnalis InSulteng.id Ditemukan Tewas di Hotel Jakarta, Dugaan Pembunuhan Menguat, Keluarga Desak Keadilan

Reporter : Yanuarius KlauEditor: Redaksi
Jurnalis InSulteng.id Ditemukan Tewas di Hotel Jakarta, Dugaan Pembunuhan Menguat, Keluarga Desak Keadilan/ dok ilustrasi

TimorMedia.Com – Seorang jurnalis senior asal Palu, Situr Wijaya, ditemukan meninggal dunia secara tragis di salah satu kamar hotel di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Jumat malam (4/4/2025)

Sosok yang dikenal sebagai Pemimpin Redaksi InSulteng.id ini diduga menjadi korban tindak kekerasan. Keluarga pun melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya dengan dugaan pembunuhan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Hotel

Menurut keterangan pihak kepolisian, jenazah Situr ditemukan setelah adanya laporan masyarakat. Saat ditemukan, tubuh Situr mengalami sejumlah luka mencurigakan di wajah, tubuh, dan leher belakang. Darah juga tampak mengalir dari hidung dan mulutnya.

Kuasa hukum keluarga, Rogate Oktoberius Halawa, menegaskan bahwa pihak keluarga menduga kuat adanya unsur kekerasan di balik kematian jurnalis tersebut.

“Kami mencurigai adanya tindak kekerasan. Luka-luka yang tampak jelas pada jenazah tidak bisa dianggap sebagai penyebab alami,” ujar Rogate, Minggu (6/4).

Keluarga telah resmi melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya dengan dugaan pelanggaran Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Autopsi juga telah dilakukan di RS Polri, dan keluarga saat ini menantikan hasil resminya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, mengatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung. Beberapa saksi dari pihak hotel telah diperiksa, dan polisi masih menunggu hasil autopsi untuk menentukan penyebab pasti kematian.

“Memang ditemukan beberapa lebam, namun penyebab pastinya belum dapat dipastikan tanpa hasil autopsi,” jelas Arfan.

Pemakaman Dihadiri Tokoh dan Jurnalis

Jenazah Situr dimakamkan pada Minggu pagi di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Ratusan pelayat hadir, termasuk Longki Djanggola, pendiri InSulteng.id sekaligus mantan Gubernur Sulawesi Tengah.

“Kalau memang penyebabnya medis, kami akan ikhlas. Tapi jika ini kekerasan, kami akan berdiri paling depan untuk mencari keadilan,” tegas Longki.

Komunitas jurnalis dari berbagai organisasi, seperti PWI dan AJI, juga telah menyatakan dukungan dan siap mengadvokasi kasus ini hingga tuntas. Longki bahkan menyebut akan mendorong Komisi III DPR RI agar ikut mengawasi jalannya proses hukum.

Menolak Bungkam, Menuntut Keadilan

Kematian Situr Wijaya menyisakan pertanyaan besar, apakah ini upaya untuk membungkam suara kritis?

Ia dikenal sebagai jurnalis yang vokal menyuarakan isu-isu penting di Sulawesi Tengah, kepergiannya meninggalkan duka mendalam di kalangan pers.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perjuangan menyuarakan kebenaran masih memiliki risiko tinggi. Namun, bagi rekan-rekan Situr dan komunitas pers, suara untuk mengungkap kebenaran tidak akan berhenti.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung