Lanjut Remigius Bria, untuk mengatasi banjir Malaka hanya bisa memperbaiki tanggul yang jebol. Kata dia, sebagus apapun program pemerintah, tidak akan berhasil jika tanggul di Dusun katara-Desa Fafoe dan Desa Oanmane dibiarkan rusak.

“Apapun program pemerintah, dia tidak akan berhasil jika setiap tahun selalu ada banjir. Solusinya hanya satu, harus perbaiki tanggul,” Pungkasnya.
“Banjir ini setiap tahun selalu ada, makanya segala kegiatan pemerintah sebagus apapun akan gagal kalau tidak dibarengi dengan pembangunan tanggul,” Tambahnya.
Sementara, Alexander Seran salah satu warga Desa Fafoe menjelaskan, hujan deras itu menyebabkan sungai benenai meluap melalui tanggul yang jebol sejak 3 tahun lalu akibat badai siklon tropis seroja 2021. Luapannya pun masuk ke pemukiman dan merendam sebagian besar rumah warga dan lahan pertanian.
“Banjir terjadi sekitar pukul 02.00 Wita hingga sekarang akibat Sungai Benenai meluap melalui tanggul yang jebol sejak badai seroja lalu,” Kata Alexander, Warga Dusun Kfularan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












