Salah satu memori yang paling menyentuh hati SBS adalah momen ketika SBS mengisahkan keluarganya berjuang melawan kelaparan. Pengalaman itulah yang menguatkan keinginan SBS untuk menghapuskan kelaparan di Kabupaten Malaka.
“Impian saya untuk mengurus masyarakat minimal masyarakat jangan lapar. Karena kami masih kecil sering menangis karena kelaparan. Sehingga kalau saya jadi pemimpin saya harus buat kebun untuk rakyat dengan program balik tanah gratis supaya masyarakat jangan kelaparan,” ungkap SBS dengan wajah geram menandakan kelaparan tidak boleh ada di daerah yang subur.

SBS kembali menjelaskan bahwa kunjungannya ke Uma Lo’o-Tualaran merupakan bagian dari komitmen mendalamnya untuk terus berada di tengah-tengah masyarakat. “Kunjungan saya di Uma Lo’o-Tualaran ini untuk menjalin tali silaturahmi dengan keluarga, saudara, dan masyarakat Tualaran. Saya juga ingin mendengar secara langsung keluhan masyarakat, khususnya personal pertanian dan kesehatan,” Ujarnya.
SBS juga mengungkapkan tekadnya untuk mengangkat derajat Kabupaten Malaka ke tingkat yang lebih maju, bila diberi kesempatan dan amanah untuk memimpin Malaka. Melalui interaksi yang hangat dengan masyarakat dan pemahaman mendalam tentang kondisi masyarakat, SBS berkomitmen untuk membawa perubahan yang signifikan bagi daerah yang dicintainya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












