Ia mengundang para perempuan GMIT untuk berpartisipasi dengan mendaftarkan produk dan usaha mereka melalui tautan resmi pemerintah.
Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota berharap agar perempuan GMIT terus berperan sebagai agen perubahan dan pelopor nilai-nilai kasih, toleransi, serta pelayanan yang tulus di tengah masyarakat.
“Kita membutuhkan lebih banyak perempuan yang berani bersuara, melindungi sesama, melayani dengan kasih, dan memimpin dengan hati. Ketika perempuan maju, Kota Kupang pun akan ikut maju,” pungkasnya.
Di akhir, Ketua Panitia Pelaksana, Ostin Leo Lede Maliogha, S.Sos., melaporkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran perempuan mengenai hak-hak mereka dalam pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan politik, serta memperkuat jaringan dan solidaritas antarperempuan melalui forum diskusi dan kegiatan kolaboratif.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan membekali perempuan dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi tantangan zaman, serta meneladani tokoh-tokoh perempuan hebat dalam Alkitab.
Ostin menjelaskan bahwa peserta berasal dari 47 jemaat GMIT Klasis Kota Kupang yang dibagi dalam Rayon A hingga E, dengan masing-masing jemaat diharapkan mengirimkan minimal dua peserta. Dari target 94 orang, tercatat 78 peserta dari 37 gereja yang hadir.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












