Selain itu, mereka juga membahas mengenai kebutuhan tenaga di Puskesmas guna mencegah terjadinya penumpukan, sehingga kinerja Nakes dapat berjalan lebih efektif.
Poin lain dalam diskusi menyoroti perlunya kerjasama antara Puskesmas dan Lintas Sektor terkait dalam memberikan sosialisasi rutin kepada masyarakat mengenai kepemilikan Jaminan Kesehatan. Misalnya, bagi balita yang telah melakukan Permandian (untuk masyarakat yang beragama Katolik-red), data diri anak harus segera dimasukkan dalam Kartu Keluarga (KK). Anak-anak yang berusia di atas 17 tahun juga harus diurus KTP baru, dan sebagainya.
Lebih lanjut, diskusi juga mencakup penguatan hubungan kerjasama dengan Lintas Sektor Agama untuk turut mensosialisasikan jaminan kesehatan masyarakat, serta membahas program bebas sampah di kawasan padat penduduk.
Poin-poin ini mendapat banyak dukungan dan tanggapan positif dari peserta pertemuan, yang menunjukkan adanya kesadaran kolektif yang tinggi akan pentingnya kesehatan dan lingkungan yang bersih di wilayah kerja Puskesmas Weoe.**(fb)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












