“Tugas kita berdua sama. Waktu ke masyarakat bersama-sama, bekerja juga harus bersama. Kalau tidak, rakyat akan menertawakan kita,” tegas SBS.
SBS mengapresiasi kerja sama Wakil Bupati dalam penyelenggaraan pelantikan tepat waktu. Ia menjelaskan pembagian sesi pelantikan, Wakil Bupati melantik pejabat Eselon IV yang jumlahnya lebih banyak, sedangkan dirinya memimpin pelantikan Eselon II dan III.
“Kuantitas dan kualitas sama nilainya. Kerja sama kita harus terus terjalin erat. Rakyat tidak boleh melihat kita berjalan sendiri-sendiri,” tambahnya.
Kepada Penjabat Sementara Sekretaris Daerah Aloysius Werang, SBS memerintahkan segera melaksanakan serah terima jabatan. Ia memperingatkan agar tidak ada pejabat yang menunda proses tersebut demi tetap memegang kekuasaan.
“Pelantikan adalah kepentingan pejabat baru. Serah terima adalah kepentingan pejabat lama yang sudah diganti. Kalau sudah menyerahkan, anda tidak lagi bertanggung jawab atas urusan di kantor itu. Jangan sampai ada yang sengaja menahan serah terima agar tetap berkuasa. Itu tidak boleh,” tegas SBS.
Bupati kemudian menggunakan kerangka anatomi tubuh manusia sebagai gambaran kepemimpinan:
– Kepala bertugas melihat, mendengar, berbicara, mengajar, menegur, dan mengarahkan. Bukan mengerjakan semua hal sendiri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












