Menurut Yoseph, pengaturan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan ketika terjadi beban puncak listrik dari PLN.
“Saat ini pengoperasian lift kita atur menggunakan jadwal. Pagi hari kita operasikan pukul 09.00–11.00, kemudian sore pukul 15.00–17.00, dan malam pukul 21.00,” ujarnya.
Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif agar tidak terjadi gangguan teknis yang berpotensi membahayakan pengguna, termasuk kemungkinan pengguna terjebak di dalam lift apabila terjadi gangguan listrik secara tiba-tiba.
Namun, pembatasan jadwal tidak berlaku mutlak untuk kondisi yang membutuhkan penanganan segera.
Jika terjadi keadaan darurat, terutama ketika pasien membutuhkan pemindahan dengan cepat, pihak rumah sakit telah menyiapkan alternatif penggunaan sumber listrik cadangan.
“Kalau ada kondisi urgen, misalnya pasien harus segera dipindahkan, kita lakukan manuver menggunakan genset. Tegangan kita stabilkan terlebih dahulu, baru lift dioperasikan,” jelasnya.
Dengan demikian, kebutuhan pelayanan medis yang bersifat mendesak tetap dapat ditangani tanpa harus mengabaikan aspek keselamatan dan kesiapan fasilitas.
Yoseph menegaskan bahwa setelah perbaikan, lift saat ini sudah kembali beroperasi dengan baik. Manajemen berharap kondisi kelistrikan di RSUPP Betun tetap stabil sehingga fasilitas tersebut dapat digunakan secara optimal.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












