Fokus utama himbauan Bupati SBS adalah menjaga sportivitas dan persaudaraan antarpendukung. Ia menjelaskan bahwa berdiri atau menonton di area belakang gawang dapat mengganggu konsentrasi kiper tim lawan dari Aceh.
“Kepada pendukung PS Malaka tidak boleh nonton di belakang gawang karena itu mengganggu kiper dari Aceh. Ini anak-anak muda kita, kita latih mereka supaya junjung tinggi sportivitas dan persaudaraan,” tegas SBS.
Ia menambahkan bahwa sepak bola itu mottonya “United the World” atau “mempersatukan dunia”, yang seharusnya menjadi semangat utama dalam setiap pertandingan.
Bupati SBS juga memberikan contoh nyata bagaimana mendukung tim secara positif. “Saya sudah kasih contoh cara mendukung anak-anak kita dengan tertib, mengikuti aturan yang disampaikan oleh panitia. Selamat menyaksikan,” katanya, sambil mengajak semua pendukung untuk tetap antusias namun terkendali.
Pesan ini selain permintaan panitia, tapi juga panggilan hati untuk membangun harmoni. “Karena ini anak-anak kita, anak-anak kita yang tinggal di Aceh dan anak-anak kita yang tinggal di Malaka. Kita semua bersaudara, kita semua satu nusa satu bangsa, satu tanah air,” lanjut SBS, menggarisbawahi nilai persatuan dalam keragaman Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












