Struktur batu dan kawat baja itu akan kokoh hanya jika dirawat, diperiksa, dan dijaga bersama. Tanpa pengawasan berkelanjutan, pembangunan hari ini bisa saja rusak dalam beberapa tahun ke depan, dan warga Oekmurak akan kembali menghadapi ancaman yang sama. Inilah yang sering terlupakan: proyek fisik mudah dibangun, tetapi tanggung jawab menjaganya butuh kesetiaan yang lebih lama daripada masa jabatan seorang pemimpin.
Dari sisi pembangunan daerah, kasus ini mengajarkan hal penting: infrastruktur di desa bukan sekadar soal bangunan, melainkan soal keadilan. Wilayah perbatasan tidak boleh hanya diingat saat masa kampanye. Perlindungan bantaran sungai sekaligus berarti perlindungan sumber pangan, perlindungan tempat tinggal, dan jaminan bahwa warga desa juga berhak hidup aman.
Yang juga perlu dilihat adalah keseimbangan pembangunan. Bronjong di Kali Benenai memang penting, tetapi Oekmurak tetap membutuhkan perbaikan jalan, peningkatan pelayanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar lainnya. Satu proyek yang berjalan baik tidak boleh menutupi keterlambatan di bidang lain. Kemajuan sejati terlihat ketika seluruh kebutuhan masyarakat mendapat tempat yang setara dalam rencana pembangunan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












