Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Menepati Janji, Menjawab Harapan: SBS di Tengah Oekmurak

Struktur batu dan kawat baja itu akan kokoh hanya jika dirawat, diperiksa, dan dijaga bersama. Tanpa pengawasan berkelanjutan, pembangunan hari ini bisa saja rusak dalam beberapa tahun ke depan, dan warga Oekmurak akan kembali menghadapi ancaman yang sama. Inilah yang sering terlupakan: proyek fisik mudah dibangun, tetapi tanggung jawab menjaganya butuh kesetiaan yang lebih lama daripada masa jabatan seorang pemimpin.

Baca Juga :  Sesuai Kuasa Bupati, Wakil Bupati Henri Melki Simu Lantik 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Dari sisi pembangunan daerah, kasus ini mengajarkan hal penting: infrastruktur di desa bukan sekadar soal bangunan, melainkan soal keadilan. Wilayah perbatasan tidak boleh hanya diingat saat masa kampanye. Perlindungan bantaran sungai sekaligus berarti perlindungan sumber pangan, perlindungan tempat tinggal, dan jaminan bahwa warga desa juga berhak hidup aman.

Yang juga perlu dilihat adalah keseimbangan pembangunan. Bronjong di Kali Benenai memang penting, tetapi Oekmurak tetap membutuhkan perbaikan jalan, peningkatan pelayanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar lainnya. Satu proyek yang berjalan baik tidak boleh menutupi keterlambatan di bidang lain. Kemajuan sejati terlihat ketika seluruh kebutuhan masyarakat mendapat tempat yang setara dalam rencana pembangunan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung