Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Kisah Apriliani, Balita 8 Bulan Hanya Bisa Terbaring Akibat Derita Celebral Palsy dan Gizi Buruk di Pelosok Manggarai Timur

“Saya tidak bisa bekerja untuk menghasilkan uang karena saya merawat Apriliani dan orangtua saya. Kami hidup bertiga dalam satu rumah,” terangnya.

Dalam kesehariannya, Trifonia harus menyuapi Apriliani, yang tidak mampu duduk dan hanya bisa berbaring di kasur.

“Walaupun anak saya menderita Cerebral Palsy, saya tetap merawatnya dengan penuh kasih sayang,” jelasnya.

Rasa harap pun muncul di dalam hati Trifonia; dia berharap ada uluran tangan dari orang-orang baik yang mau membantu keluarga mereka.

“Sewaktu-waktu, tetangga dan keluarga datang membawa beras untuk memasak. Kami sangat berharap ada bantuan dari orang baik yang melihat kondisi Apriliani yang hanya bisa berbaring,” imbuhnya.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi, Pemkab Malaka dan Kejari Belu Perbarui Kerja Sama Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara

Beberapa hari yang lalu, polisi Hery Tena dari Polres Manggarai Timur sempat mengunjungi mereka dan membawa sembako untuk membantu bertahan hidup selama seminggu ke depan.**(Markus Makur) 

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung