“Saya tidak bisa bekerja untuk menghasilkan uang karena saya merawat Apriliani dan orangtua saya. Kami hidup bertiga dalam satu rumah,” terangnya.
Dalam kesehariannya, Trifonia harus menyuapi Apriliani, yang tidak mampu duduk dan hanya bisa berbaring di kasur.
“Walaupun anak saya menderita Cerebral Palsy, saya tetap merawatnya dengan penuh kasih sayang,” jelasnya.
Rasa harap pun muncul di dalam hati Trifonia; dia berharap ada uluran tangan dari orang-orang baik yang mau membantu keluarga mereka.
“Sewaktu-waktu, tetangga dan keluarga datang membawa beras untuk memasak. Kami sangat berharap ada bantuan dari orang baik yang melihat kondisi Apriliani yang hanya bisa berbaring,” imbuhnya.
Beberapa hari yang lalu, polisi Hery Tena dari Polres Manggarai Timur sempat mengunjungi mereka dan membawa sembako untuk membantu bertahan hidup selama seminggu ke depan.**(Markus Makur)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












