“Kita belum bisa memastikan bahwa ini keracunan karena belum ada kepastian secara medis apakah ini keracunan atau penyebab lain. Pemeriksaan fisik saja belum cukup; harus didukung hasil laboratorium untuk menyimpulkan secara pasti,” ujar drg. Frida Fahik kepada awak media di Puskesmas Weliman.
Ia menjelaskan pemeriksaan awal yang dilakukan tim medis baru sebatas pemeriksaan fisik. Kesimpulan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan memerlukan analisis sampel di laboratorium. Demikian pula keterkaitan keluhan kesehatan dengan makanan yang disalurkan melalui SPPG Umalawain belum dapat dipastikan sebelum adanya hasil uji laboratorium.
“Kita belum bisa memastikan sepenuhnya bahwa ini keracunan akibat makanan tersebut. Kita harus menanti hasil uji laboratorium dari Kupang untuk mengetahui penyebab pastinya,” tambahnya.
Salah satu kendala yang dihadapi, Kabupaten Malaka belum memiliki fasilitas laboratorium yang memadai untuk jenis pemeriksaan ini. Seluruh sampel yang telah diambil meliputi sisa makanan MBG yang dikonsumsi siswa serta sampel muntahan pasien, harus dikirim ke Kota Kupang untuk analisis lebih mendalam. Proses pengiriman dan pemeriksaan sedang diupayakan secepat mungkin.
Selain tim Dinas Kesehatan, Kepala SPPG Umalawain beserta petugas juga segera tiba di lokasi dan bekerja sama dengan tenaga pendidik untuk mengantar para siswa ke Puskesmas Weliman menggunakan dua kendaraan guna mendapatkan penanganan medis secepatnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












